Video of Day

Tampilkan postingan dengan label KIAT OTDA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KIAT OTDA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Oktober 2015

Khamami Bagikan Kartu Indonesia Sehat

MESUJI (ME) :  Pemkab Mesuji mendistribusikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada masyarakat tak mampu di kabupaten setempat. Pendistribusian dilakukan langsung oleh Bupati Mesuji Khamami dirumah dinasnya beberapa hari yang lalu (30/9).


Dalam sambutannya Khamami menyebut bahwa KIS menjamin dan memastikan masyarakat kurang mampu untuk mendapat manfaat pelayanan kesehatan seperti yang dilaksanakan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. KIS memberikan tambahan manfaat, layanan preventif, promotif dan deteksi dini yang akan dilaksanakan secara lebih intensif dan terintegrasi. 

Selain itu, KIS juga memberikan jaminan bahwa pelayanan oleh fasilitas kesehatan tidak membedakan peserta berdasarkan status sosial. "Layanan kesehatan bagi pasien pemegang kartu indonesia sehat ini sama dengan pemegang kartu BPJS Kesehatan. Hanya bedanya bila kartu KIS ini dapat digunakan selamanya, dan BPJS hanya berlaku satu tahun karena ditanggung PBI dari APBD Mesuji dan harus diperpanjang kembali tiap tahunnya,"ungkapnya.

Diharapkannya dengan pemegang KIS ini tak perlu khawatir bila ingin berobat, baik di Bidan Desa, Puskesmas, hingga rumah sakit gratis tidak dipungut biaya.
"Bagi pemegang kartu indonesia sehat ini dimanapun berobat gratis, dan tak perlu bayar iuran sebab telah ditanggung oleh pemerintah pusat,"

Ditempat yang sama Kepala Cabang BPJS Kesehatan Mesuji Gufron terdapat 155 jenis penyakit yang ditangani kartu ini. Dan KIS tak dapat dimanipulasi hingga kartu ini hanya dapat dipergunakan atas nama penerima tertera. "Dimanapun berobat cukup menunjukan kartu ini tidak dipungut biaya, dan yang pasti kartu ini tak dapat dipindah tangankan, dan tak dapat dimanipulasi," ungkapnya.

Untuk tahap pertama ini, lanjut Gufron sebanyak 11413 kartu yang akan didistribusikan kepada warga tak mampu. Dan untuk yang dibagikan hari ini sebanyak 1717. Sementara untuk tahap kedua akan kembali didistribusikan Nopember 2015 mendatang.(Hasan)

GSMK - Gerbang Desa Saburai Gempur Kampung

MENGGALA (ME); Sejumlah kampung kini panen program bantuan. Seperti di Kabupaten Tulangbawang, menyusul program Gerakan Serentak Membangun Kampung (GSMK) yang sedang terus berjalan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung ikut menggempur dengan meluncurkan program Gerakan Membangun Desa Sai
Bumi Ruwa Jurai (Gerbang Desa Saburai).
Program ini adalah program penanggulangan kemiskinan Pemprov, yang berkelanjutan dengan rentang waktu pelaksanaan 2015-2019.
Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor:G/293/II.02/HK/2015 pada Tahun Anggaran 2015, telah ditetapkan 30 (tigapuluh) desa sasaran di 13 kabupaten/kota se-Lampung.
"Sesuai keputusan tersebut, Kabupaten Tulangbawang mendapat alokasi program untuk 2 (dua) kampung, yakni Kampung Bakung Ilir Kecamatan Gedungmeneng dan Kampung Mesir Dwi Jaya Kecamatan Gedung Aji Baru," terang Kadis Kominfo, Yen Dahren, kemarin.
Pengguliran program untuk dua kampung di Tulangbawang ini, secara simbolis diserahkan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Bachtiar Basri kepada Bupati Tulangbawang Hanan A Rozak, pada acara sosialisasi pelaksanaan Gerbang Desa Saburai, di Gedung Pusiban Kantor Gubernur Lampung beberapa waktu lalu, yang dihadiri oleh kepala daerah yang kabupatennya menerima program Gerbang Desa.
Bupati Tulangbawang yang juga Ketua Koordinator Apkasi Lampung, menyambut baik program Gerbang Desa Pemprov Lampung. Menurutnya, di Kabupaten Tulangbawang program ini juga diharapkan dapat saling dukung dengan GSMK, untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur perkampungan, dan mensejahterakan masyarakat, yang saat ini juga sedang gencar dilaksanakan di Tulangbawang.
Pada tahun pertama, Pemprov Lampung menggulirkan program Gerbang Desa untuk pembangunan infrastruktur dengan alokasi dana Rp100 juta per desa per kampung. Namun ke depan, menurut Wagub, rencananya program ini juga akan masuk ranah ekonomi kreatif masyarakat.
Sementara pada pelaksanaannya, program ini akan dimonitoring dan diawasi dengan ketat, dan didukung oleh fasilitator yang telah direkrut dan dibekali oleh Pemprov Lampung. “Mudah-mudahan proyek percontohan ini bisa berjalan dengan baik untuk mengurangi angka kemiskinan di Lampung. Perlu diketahui, ini beda dari program dana desa,” harap Wagub (dep)

Warga di Mesuji Kesulitan Air Bersih


MESUJI (ME) : Kondisi masyarakat di Desa Wonosari, kecamatan Mesuji Timur menghadapi musim kemarau tahun ini cukup memprihatinkan. Sebab, rata-rata sumur warga disana sudah mulai mengering sejak 2 bulan lalu. Ini membuat warga cukup kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Seperti diungkapkan Supriyanto (52) warga setempat yang ditemui bupati saat tengah mengambil air dari sumber mata air di sumur bor zaman transmigrasi dahulu mengaku sangat sulit mendapat air bersih. Dengan bermodalkan gayung dan dua buah jrigen Supriyanto menanti air yang keluar dari sumber mata air itu.
"Kalau untuk masak dan minum kita masih mengandalkan bantuan distribusi air dari pemda. Tetapi itu pun harus berebut dengan masyarakat yang lain, kalo gak seperti itu, ya gak kebagian air. Karena pasokan air bersih dari pemda juga masih belum bisa mencukupi untuk satu desa ini,"ujar Supriyanto
Hal sama juga diungkapkan oleh Sularmo(45) salah petani cabai di SP 12 Desa Mulyo Sari, kecamatan Mesuji, yang mengharapkan adanya perhatian dari pemkab Mesuji melalui dinas pertanian untuk pinjam mesin bajak, mesin penyedot air (alkon) dan pupuk. Namun hal utama yang paling dibutuhkan adalah adanya petugas penyuluh pertanian yang dapat membantu petani dalam mengatasi berbagai masalah tanaman.
Namun, Sularmo mengaku selama bercocok tanam, dia tidak pernah menemui PPL dari pemda yang turun kebawah untuk menemui petani termasuk dirinya. Sebab, rata-rata petani masih banyak yang belum paham tentang penanganan masalah pada tanaman supaya hasilnya bisa maksimal.

Selain itu kendala lain yang dihadapi petani disana adalah sulitnya air tawar untuk menyiram tanaman, karena apabila disiram menggunakan air payau dapat merusak tanaman. Selama ini hanya mengandalkan pupuk cair untuk pertumbuhan tanamannya. Namun meski begitu
Sularno mengaku kebun cabainya seluas 1 hektar yang berusia 3 bulan dalam 3 hari sekali panen bisa mencapai 50-200 kilogram, dengan kisaran harga perkilo saat ini berkisar antara 25-30 ribu.
"Selama saya disini sudah puluhan tahun tidak pernah bertemu dengan yang namanya PPL. Jadi saya harap pemda melalui BP4K untuk mengirim PPL nya, supaya kami bisa mendapat pengetahuan lebih tentang bagaimana mengatasi masalah tanaman agar hasilnya bisa bagus dan sesuai harapan,"Kata dia.
Sementara itu bupati Mesuji Khamami mengaku kecewa dengan kinerja para PPL yang tidak menjalankan tugas sesuai fungsinya. Ironisnya lagi tidak sedikit petani yang mengaku belum kenal dengan PPL yang ada di desanya. Bupati berharap Saya agar kepala BP4K rutin mengecek laporan kinerja dari PPL nya, panggil yang bersangkutan apabila tidak disiplin serahkan kepada inspektorat.
"Harusnya, PPL sering turun ke bawah menemui para petani yang ada diwilayah kerjanya masing-masing, memberi penyuluhan dan pemaparan kepada para petani, supaya apa saja yang menjadi kendala mereka bisa diatasi sehingga, kedepan para petani bisa sukses dalam bercocok tanam serta hasilnya maksimal,"singkatnya. (Hasan)
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com